GEM Sambut 19 Pemuda dari Desa di Indonesia di Kawasan Industri Jingmen
Publish Date:2026-10-15 Hits:1

Jingmen, 15 Oktober 2026 — GEM menyambut 19 pemuda dari Desa Sambalagi dan Werea, yang berada di sekitar International Green Industrial Park (IGIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia, dalam kunjungan edukatif ke Kawasan Industri Ekonomi Sirkular GEM di Jingmen, Tiongkok, pada 12 Oktober 2026.


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan selama tiga bulan di Tiongkok yang bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin para peserta, memperluas pemahaman mereka mengenai ekonomi sirkular dan industri material energi baru, serta mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.


Program ini sekaligus mencerminkan komitmen GEM untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar kawasan industrinya melalui pengembangan sumber daya manusia, pertukaran budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.


▲ Para pemuda dari Desa Sambalagi dan Werea memulai kunjungan edukatif ke Kawasan Industri GEM di Jingmen, Tiongkok


Sebagai kawasan industri hijau yang dikembangkan bersama GEM, IGIP berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat setempat dan memastikan manfaat pembangunan industri turut dirasakan oleh komunitas di sekitarnya.


Sejak dikembangkan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, IGIP menjalankan berbagai inisiatif untuk mendukung pembangunan masyarakat, mulai dari peningkatan infrastruktur dan pembukaan kesempatan kerja hingga pertukaran budaya serta pengembangan kemitraan dengan komunitas lokal.


Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan nilai yang dipegang GEM, yakni berakar di masyarakat setempat, memberikan manfaat bagi komunitas, dan mendorong kemakmuran bersama melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.


Sejalan dengan upaya tersebut, GEM terus memperluas pendekatan pemberdayaannya, dari dukungan terhadap kesempatan kerja dan integrasi budaya menuju pengembangan talenta lokal. Melalui kesempatan belajar bahasa Mandarin dan mengenal lingkungan industri di Tiongkok secara langsung, para pemuda dari Sambalagi dan Werea diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah asal mereka.


Program pelatihan ini menggabungkan pembelajaran bahasa Mandarin dengan pengalaman langsung di lingkungan industri. Pada tahap awal, para peserta mengikuti pembelajaran intensif selama dua bulan bersama pengajar bahasa Mandarin yang kompeten untuk mengembangkan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Program ini juga mencakup kunjungan ke kantor pusat GEM dan sejumlah kawasan industri utama perusahaan agar peserta dapat mempraktikkan bahasa Mandarin sekaligus mengenal operasional dan teknologi ekonomi sirkular yang dikembangkan GEM.


Lebih dari sekadar pembelajaran bahasa, program ini menjadi sarana untuk mempertemukan pengembangan industri dengan pertukaran budaya dan pengembangan sumber daya manusia. GEM berharap pengalaman tersebut dapat mendukung pertumbuhan pribadi dan profesional para peserta sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Tiongkok.


Mengenal Praktik Ekonomi Sirkular secara Langsung

Dalam kunjungan ke kawasan industri GEM di Jingmen, para peserta mempelajari penerapan ekonomi sirkular melalui sejumlah fasilitas pengolahan dan daur ulang sumber daya. Mereka menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi yang memungkinkan material bernilai dari limbah dipulihkan dan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan industri.


Di Museum Urban Mining, para peserta mempelajari proses daur ulang baterai bekas. Mereka kemudian mengunjungi Pusat Daur Ulang dan Pengolahan Sumber Daya Baterai Litium Bekas untuk mengenal lebih dekat teknologi yang digunakan dalam proses tersebut.


Kunjungan dilanjutkan ke Pusat Daur Ulang Sumber Daya Tungsten. Di fasilitas ini, para peserta berkesempatan menimbang produk seperti serbuk tungsten dan tungsten karbida, sehingga memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai pemulihan dan pemanfaatan kembali sumber daya.


Melalui kunjungan ke berbagai fasilitas tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman langsung mengenai penerapan teknologi daur ulang untuk mengubah material sisa menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna bagi industri.


▲ Para pemuda dari Desa Sambalagi dan Werea mengunjungi Museum Urban Mining milik GEM


▲ Para pemuda dari Desa Sambalagi dan Werea mengunjungi Pusat Daur Ulang dan Pengolahan Sumber Daya Baterai Litium Bekas


▲ Para pemuda dari Desa Sambalagi dan Werea mengunjungi Pusat Daur Ulang Sumber Daya Tungsten (APT)


Mengenal Produk dan Teknologi Material Energi Baru

Selama kunjungan, para peserta juga berdiskusi dengan perwakilan GEM mengenai produk dan proses industri perusahaan.


Sisna, peserta dari Desa Sambalagi, mengajukan pertanyaan mengenai mixed hydroxide precipitate (MHP), sifat dasar nikel, serta penerapannya dalam proses produksi industri. Sementara itu, Egi, peserta dari Desa Werea, menunjukkan ketertarikan terhadap portofolio produk GEM dan menanyakan beragam jenis produk yang dihasilkan perusahaan.


Melalui penjelasan dan diskusi langsung, keduanya memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai pengolahan nikel, produk MHP, dan ragam produk GEM. Pengalaman tersebut juga mendorong ketertarikan mereka untuk mempelajari lebih jauh ekonomi sirkular dan pengembangan industri hijau.


Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi pemulihan dan daur ulang sumber daya diterapkan dalam kegiatan industri. Pengalaman tersebut menjadi pelengkap pembelajaran bahasa Mandarin sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai teknologi dan proses produksi dalam industri material energi baru.


▲ Para pemuda dari Desa Sambalagi dan Werea mengunjungi Zona 3 Kawasan Industri Ekonomi Sirkular GEM di Jingmen


Kunjungan ke kawasan industri GEM di Jingmen memberikan gambaran awal kepada para peserta mengenai penerapan ekonomi sirkular sekaligus memperkenalkan lingkungan industri dan budaya yang akan mereka pelajari selama program berlangsung.


Seiring berlanjutnya program, para peserta akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin, memperluas pemahaman tentang pengembangan industri hijau, dan membangun hubungan dengan masyarakat Tiongkok. Keterampilan dan wawasan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan diri mereka serta membuka peluang bagi keterlibatan dalam kerja sama Indonesia–Tiongkok pada masa mendatang.


Bagi GEM, program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengintegrasikan pengembangan industri dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi di bidang pendidikan, pertukaran budaya, dan pengembangan talenta, GEM berupaya mendorong peralihan dari bantuan langsung menuju penguatan kapasitas masyarakat agar mereka dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan dan merasakan manfaatnya dalam jangka panjang.


Ke depan, GEM akan terus memperkuat kemitraan antara kawasan industrinya di Indonesia dan masyarakat sekitar, sekaligus menjajaki peluang kerja sama industri dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui pendekatan tersebut, GEM berkomitmen mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan serta mempererat hubungan industri dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.


Socials

MainBusiness · CentralScroll · InforSettings2 ·

Pengenalan GEM Guangdong ICP No. 11096806-1©2008-2021 GEM Co., Ltd. All rights reserved

Hubungi Kami

Alamat:Sopo Del Tower A Lantai 22 Unit A, Jalan Mega Kuningan Barat 3 Lot 10.1-6 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950

Telepon:+62-2150806594

Follow Kami

Scan Kode QR

MainBusiness · CentralScroll · InforSettings2 · Pengenalan GEM Guangdong ICP No. 11096806-1©2008-2021 GEM Co., Ltd. All rights reserved