Profesor Xu Kaihua mendirikan GEM di Shenzhen pada 28 Desember 2001 dengan visi “Green-Eco-Manufacture” yang berfokus pada pengembangan industri hijau dan berkelanjutan. Sejak awal, GEM dirancang sebagai perusahaan berbasis inovasi yang mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dengan manufaktur modern. Saat ini, GEM tercatat di Bursa Efek Shenzhen (kode saham: 002340) dan Bursa Efek Swiss, dengan total modal saham sebesar 5,136 miliar RMB. Perusahaan memiliki aset bersih sekitar 1 miliar RMB, penjualan tahunan lebih dari 30 miliar RMB, dan didukung oleh lebih dari 10.000 karyawan di seluruh dunia. GEM mengusung konsep industri “Sumber Daya Terbatas, Daur Ulang Tak Terbatas” dan memegang peran strategis dalam penambangan perkotaan (urban mining) di Tiongkok, sekaligus penggerak utama industri energi baru di tingkat global. Sebagai salah satu grup daur ulang terkemuka dunia, GEM juga merupakan pemasok inti bagi rantai industri energi baru global. Dalam lebih dari dua dekade perjalanannya, GEM telah menginvestasikan sekitar 20 miliar RMB untuk membangun 19 fasilitas daur ulang dan pabrik material energi baru. Fasilitas ini tersebar di 11 provinsi dan kota di Tiongkok, serta di berbagai negara seperti Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Indonesia. Dengan jaringan bisnis yang menjangkau lebih dari 40 negara, GEM telah menjalin kerja sama pengelolaan limbah dengan komunitas global yang mencakup lebih dari 500 juta orang.
27,498
Pada kuartal I-III 2025, pendapatan operasional: 27,498 miliar RMB
10,55
Kenaikan tahun ke tahun: 10,55%
1,109
Laba bersih: 1,109 miliar RMB
Dua dekade kontribusi nyata dalam mengurangi polusi, mendaur ulang sumber daya, dan membangun kolaborasi global
GEM mendaur ulang lebih dari 30 jenis sumber daya langka dan strategis, termasuk kobalt, nikel, litium, tembaga, tungsten, emas, perak, paladium, rhodium, germanium, indium, serta elemen tanah jarang. Saat ini, GEM memproses lebih dari 10% dari total limbah baterai dan limbah elektronik di Tiongkok. Sumber daya nikel hasil daur ulang menyumbang sekitar 13% dari total produksi nikel primer nasional, sedangkan sumber daya kobalt hasil daur ulang mencapai lebih dari 340% dari volume penambangan kobalt di Tiongkok. Selain itu, sumber daya tungsten hasil daur ulang menyumbang lebih dari 6% dari total produksi tungsten primer, menjadikan GEM sebagai perusahaan daur ulang sumber daya tungsten terbesar di Tiongkok.
Atas kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi sirkular dan inovasi teknologi, GEM telah menerima berbagai penghargaan dan pengakuan di tingkat nasional dan internasional. Penghargaan tersebut antara lain penetapan sebagai Perusahaan Percontohan Nasional Ekonomi Sirkular, Basis Demonstrasi Internasional Pendidikan Ekonomi Sirkular, Basis Ilmu Pengetahuan Lingkungan Ekologi Nasional, Basis Praktik Sosial Pendidikan Lingkungan Nasional untuk Sekolah Dasar dan Menengah, serta Pabrik Hijau Nasional. GEM juga memperoleh pengakuan melalui Pusat Penelitian Teknologi Rekayasa Daur Ulang Limbah Elektronik Nasional dan Pusat Teknologi Perusahaan Nasional, yang keduanya merupakan platform inovasi tingkat nasional. Selain itu, GEM telah dua kali dianugerahi Penghargaan Kemajuan Sains dan Teknologi Nasional (Hadiah Kedua). Di tingkat global, GEM menerima Global Circular Economy Transnational Enterprise Award pada World Economic Forum di Davos tahun 2018 serta Paulson Sustainable Development Green Innovation Award pada 2020. Keberhasilan GEM juga telah diangkat oleh jurnal ilmiah internasional terkemuka Nature sebagai studi kasus praktik terbaik dalam daur ulang limbah global, yang berkontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi sirkular di Tiongkok dan percepatan transisi hijau secara global.
Sejalan dengan strategi jangka panjangnya, GEM secara aktif membangun model rantai nilai energi baru berbasis siklus hidup penuh, yang mencakup daur ulang baterai, regenerasi sumber daya, rekonstruksi material, serta produksi ulang material baterai. Hingga saat ini, GEM telah mendirikan enam pusat daur ulang dan pemanfaatan baterai di Tiongkok dan Korea Selatan. Material inti berbasis ternary yang diproduksi, khususnya bahan prekursor ternary, digunakan pada sekitar 15% kendaraan energi baru di dunia yang mengandalkan baterai ternary. Selain itu, material kobalt berupa tricobalt tetroxide yang diproduksi oleh GEM digunakan pada sekitar 20% ponsel dan produk elektronik 3C secara global, sehingga berkontribusi pada percepatan transisi energi baru dunia menuju sistem yang semakin hijau dan berkelanjutan.
-
7
7
Pusat daur ulang kendaraan bekas
-
7
7
Pusat pengolahan limbah elektronik ramah lingkungan
-
8
8
Fasilitas pemanfaatan baterai bekas
-
5
5
Pusat manufaktur material baterai
-
3
3
Pusat daur ulang limbah plastik
-
2
2
Pusat pengolahan limbah padat
-
1
1
Pusat daur ulang nikel–kobalt–tungsten