GEM Gandeng Dayabumi Kembangkan Proyek Energi Surya dan Penyimpanan Energi 130 MW
Publish Date:2026-10-27 Hits:1

Jakarta, 27 Oktober 2026 — GEM melalui International Green Industrial Park (IGIP) dan PT QMB New Energy Materials menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dayabumi Energy, anak perusahaan Dayabumi, pada 19 Oktober 2026 di Jakarta.


Kerja sama ini mencakup pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan sistem penyimpanan energi dengan kapasitas total 130 MW untuk mendukung pasokan listrik hijau bagi kawasan industri IGIP dan fasilitas produksi QMB di Indonesia.


Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Garibaldi Thohir, Ketua Komite Tiongkok Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN); Gamma A. Thohir, Chairman sekaligus President-Supervisor Dayabumi; Zagy Y. Berian, Chief Executive Officer Dayabumi; serta Bertrand Audric, Business Analyst Dayabumi. Founder sekaligus Chairman GEM, Profesor Xu Kaihua, menyambut kedatangan Garibaldi Thohir dan delegasi.


Melalui kerja sama ini, GEM dan mitra lokalnya berupaya memperkuat infrastruktur energi terbarukan untuk mendukung ambisi IGIP dalam membangun kawasan industri nol karbon sekaligus mendorong pengembangan operasional QMB yang lebih rendah karbon.

▲ Perwakilan GEM dan Dayabumi Energy menandatangani perjanjian kerja sama di Jakarta


Dari Investasi hingga Pengembangan Industri

Dalam pertemuan menjelang penandatanganan, Profesor Xu Kaihua memaparkan perkembangan investasi dan kegiatan GEM di Indonesia sejak 2018. Perusahaan telah mengembangkan kawasan industri QMB dan IGIP, serta Laboratorium Riset Bersama Indonesia–Tiongkok di Bandung.


GEM juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Central South University dalam program pendidikan magister bidang teknik bagi mahasiswa Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah melatih 341 mahasiswa magister Indonesia, dengan empat di antaranya melanjutkan studi doktoral di Tiongkok. Bidang studi yang tercakup antara lain teknik metalurgi, perdagangan internasional, dan teknik transportasi.


Profesor Xu Kaihua menyampaikan apresiasi atas dukungan Garibaldi Thohir terhadap pengembangan usaha GEM di Indonesia. Sementara itu, Garibaldi mengapresiasi visi jangka panjang Xu dan perkembangan investasi industri GEM di Tanah Air.


Melalui sambungan video, Garibaldi melihat perkembangan pembangunan IGIP, termasuk fasilitas komunitas terpadu Indonesia–Tiongkok, lapangan sepak bola, masjid, dan gedung kendali pusat. Setelah mengetahui bahwa proyek nikel IGIP ditargetkan mulai berproduksi pada semester pertama 2027, Garibaldi menuliskan pesan “Wishing Success” sebagai bentuk dukungan terhadap kelanjutan proyek tersebut.

▲ Garibaldi Thohir menuliskan pesan “Wishing Success” setelah melihat perkembangan fasilitas IGIP melalui sambungan video


Dalam acara penandatanganan, para peserta juga menyaksikan video dokumenter yang merangkum perjalanan kerja sama kedua pihak selama tiga tahun terakhir. Video tersebut menampilkan kunjungan Garibaldi ke fasilitas GEM di Jingmen pada Februari 2023, kunjungan ke Bendungan Tiga Ngarai bersama Profesor Xu Kaihua, serta penandatanganan kerja sama di Jakarta pada Oktober 2026.


Dalam acara tersebut, peserta juga menyaksikan tayangan mengenai kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani ke proyek nikel IGIP untuk menghadiri seremoni pemasangan autoklaf pada 22 Juli, serta kunjungan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan ke Beijing pada September tahun ini.

▲ Para tamu menyaksikan video dokumentasi perjalanan kerja sama GEM dan mitra Indonesia


Energi Hijau Kunci Pengembangan Kawasan Industri Rendah Karbon

Dalam sambutannya, Profesor Xu Kaihua menekankan pentingnya kerja sama antara perusahaan Tiongkok dan mitra lokal Indonesia dalam mendorong pengembangan industri dan transisi energi.


“Garibaldi Thohir merupakan saudara dan sahabat baik bagi perusahaan Tiongkok yang mengembangkan usaha di Indonesia. Ia senantiasa membantu perusahaan Tiongkok menjalin kemitraan dengan perusahaan lokal Indonesia. Kepercayaan GEM untuk berinvestasi dan berkembang di Indonesia berlandaskan kepercayaan dan persahabatan yang sangat berharga ini,” ujarnya.


Menurut Professor Xu Kaihua, kerja sama industri Indonesia–Tiongkok terus berkembang. Jika sebelumnya investasi, manufaktur, dan pembangunan lebih banyak didorong oleh perusahaan Tiongkok, kini perusahaan lokal Indonesia semakin berperan dalam penyediaan infrastruktur dan layanan pendukung industri.


Ia mencontohkan keterlibatan masyarakat di sekitar IGIP. Dalam satu setengah tahun terakhir, IGIP telah membantu Desa Sambalagi dan Desa Were’a membentuk badan usaha di bidang konstruksi dan jasa tenaga kerja agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan kawasan industri. Inisiatif tersebut ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan industri.


Terkait kerja sama energi hijau, Professor Xu Kaihua menilai proyek tersebut sejalan dengan agenda transisi energi Indonesia sekaligus kebutuhan IGIP untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan.


“Untuk membangun kawasan industri nol karbon, IGIP harus mengandalkan listrik hijau dan energi terbarukan. Upaya pengurangan emisi di kawasan industri perlu dilakukan dengan terus meningkatkan porsi energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis batu bara,” katanya.


Merujuk pada peristiwa runtuhnya gletser di Nepal, Professor Xu Kaihua juga menyoroti dampak pemanasan global dan meningkatnya urgensi pengurangan emisi. Ia menegaskan bahwa transisi hijau merupakan tanggung jawab bersama masyarakat dunia.


Dia menyambut meningkatnya partisipasi generasi muda Indonesia dalam sektor energi surya dan industri energi baru. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan hijau Indonesia.


“Demi transisi hijau Indonesia dan pembangunan berkelanjutan global, mari bertindak mulai hari ini dan bekerja sama untuk mengembangkan energi hijau,” serunya.

▲ Profesor Xu Kaihua menyampaikan sambutan dalam seremoni penandatanganan kerja sama energi hijau


Memperkuat Kerja Sama Bisnis Indonesia–Tiongkok

Dalam sambutannya, Garibaldi menyampaikan apresiasi kepada Profesor Xu dan GEM atas kontribusi perusahaan terhadap pengembangan industri di Indonesia. Ia menilai GEM telah memberikan contoh bagi perusahaan lain yang ingin berinvestasi di Tanah Air.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Profesor Xu Kaihua dan GEM. GEM telah memberikan contoh yang sangat baik bagi perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Indonesia,” ujar Garibaldi.


Ia mengenang pertemuan pertamanya dengan Professor Xu Kaihua di Wuhan, ketika keduanya berdiskusi hingga pukul 01.00. Menurut Garibaldi, kesamaan nilai dan visi mengenai pengembangan industri serta energi berkelanjutan menjadi landasan bagi kelanjutan kerja sama mereka.


Garibaldi berharap Gamma A. Thohir dan generasi muda Indonesia lainnya dapat mengambil peran lebih besar dalam industri energi baru, berkontribusi terhadap pembangunan nasional, serta mempelajari pengalaman GEM dalam menjalankan transisi hijau.


Sebagai Ketua Komite Tiongkok KADIN, Garibaldi juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan bisnis Indonesia–Tiongkok di tengah dinamika geopolitik global.


“Di tengah situasi geopolitik global yang kompleks, kerja sama Indonesia–Tiongkok tetap menjadi benang merah. Kita berkomitmen untuk terus berkembang bersama. Dengan membangun ekosistem kerja sama yang kuat dan sehat, perusahaan dari kedua negara dapat menjadi tolok ukur industri global sekaligus menciptakan model kerja sama korporasi Indonesia–Tiongkok yang mendapat perhatian luas,” tambahnya.

▲ Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan dalam seremoni penandatanganan kerja sama


Memperkuat Fondasi Industri Rendah Karbon

IGIP dikembangkan dengan prinsip desain hijau menyeluruh dan operasional nol karbon. Dalam pendekatan tersebut, ketersediaan listrik hijau menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pengurangan emisi seiring dengan persiapan kawasan industri menuju tahap operasional.


Melalui kerja sama dengan Dayabumi Energy, IGIP berupaya memperluas pengembangan energi terbarukan melalui kolaborasi dengan mitra lokal. Bagi QMB, yang telah beroperasi selama empat tahun, pasokan listrik hijau diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi energi dan kinerja lingkungan.


Kerja sama ini memperluas kolaborasi GEM dengan mitra Indonesia, dari pengolahan nikel dan pengembangan kawasan industri hingga pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Integrasi pengembangan industri dan pasokan energi hijau tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi operasional industri yang lebih berkelanjutan di Indonesia.


Perwakilan Kantor Berita Xinhua turut hadir untuk meliput acara penandatanganan tersebut.


Socials

InforSettings2 · Berabunglah dengan Kami · Karier ·

Pengenalan GEM Guangdong ICP No. 11096806-1©2008-2021 GEM Co., Ltd. All rights reserved

Hubungi Kami

Alamat:Sopo Del Tower A Lantai 22 Unit A, Jalan Mega Kuningan Barat 3 Lot 10.1-6 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950

Telepon:+62-2150806594

Follow Kami

Scan Kode QR

InforSettings2 · Berabunglah dengan Kami · Karier · Pengenalan GEM Guangdong ICP No. 11096806-1©2008-2021 GEM Co., Ltd. All rights reserved