Shenzhen, 5 November 2026 — Global Battery Alliance (GBA) resmi merilis hasil program uji coba Battery Passport 2026 yang melibatkan 18 proyek dari lebih dari 40 perusahaan di 13 negara. Perusahaan-perusahaan peserta program tersebut secara kolektif mewakili sekitar 80% kapasitas produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global.
Program uji coba ini bertujuan meningkatkan transparansi, penelusuran, dan tata kelola data di sepanjang rantai pasok baterai global. GEM berpartisipasi sebagai anggota konsorsium dalam proyek yang dipimpin oleh CALB. Dalam proyek tersebut, GEM berkontribusi melalui penyediaan data dan keahlian terkait penelusuran rantai pasok, uji tuntas aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG), serta penghitungan jejak karbon produk. Data yang disampaikan GEM juga telah melalui proses verifikasi oleh lembaga independen pihak ketiga.
▲ GEM berpartisipasi sebagai anggota konsorsium dalam program uji coba Battery Passport GBA
Didirikan oleh World Economic Forum pada 2017, GBA merupakan aliansi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sepanjang rantai nilai industri baterai untuk mendorong pengembangan industri yang lebih berkelanjutan. Melalui penerapan metodologi dan kerangka kerja data digital yang seragam, GBA berupaya meningkatkan transparansi dan ketertelusuran informasi terkait produk baterai.
Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya tuntutan regulasi terhadap produsen dan pemasok baterai, terutama seiring penerapan Regulasi Baterai Uni Eropa (EU Battery Regulation). Regulasi tersebut menetapkan sejumlah persyaratan terkait keberlanjutan, uji tuntas rantai pasok, serta keterbukaan informasi produk. Dalam program uji cobanya, GBA menggunakan data aktual dari rantai pasok dan melibatkan verifikasi independen dalam proses penyusunan serta pengungkapan informasi Battery Passport.
Sebagai bagian dari program tersebut, GEM melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan berdasarkan 18 topik ESG sesuai standar GBA. Aspek yang dinilai mencakup uji tuntas rantai pasok, manajemen risiko dan keberlanjutan, emisi gas rumah kaca, serta efisiensi energi. GEM juga melakukan penghitungan jejak karbon produk baterainya. Data yang disampaikan dalam proses evaluasi tersebut menjalani verifikasi oleh pihak ketiga.
Berdasarkan hasil program uji coba, GEM masuk dalam lima besar peserta konsorsium pada sejumlah kategori penilaian di segmen pemurnian dan material. Kategori tersebut meliputi manajemen risiko dan keberlanjutan, keanekaragaman hayati, pencegahan dan pengendalian pencemaran, serta pengelolaan limbah.
▲ Partisipasi GEM dalam program uji coba Battery Passport GBA
Melalui partisipasi dalam program ini, GEM menyelaraskan proses pengumpulan data ESG, penghitungan jejak karbon, serta verifikasi data dengan kerangka kerja yang diakui secara internasional. Langkah ini juga mendukung upaya perusahaan dalam merespons perkembangan persyaratan regulasi, termasuk EU Battery Regulation, sekaligus memperkuat kerja sama dengan mitra di sektor hilir, seperti CALB, dalam meningkatkan transparansi dan kepatuhan rantai pasok.
Ke depan, GEM berencana memperluas penerapan pengalaman yang diperoleh dari program uji coba ini ke lebih banyak lini produk dan kawasan industri. Perusahaan juga akan terus memperkuat kemampuan pengelolaan data dan verifikasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi penerapan Battery Passport secara lebih luas. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan standar keberlanjutan di sepanjang rantai pasok baterai global.
InforSettings2 · Berabunglah dengan Kami · Karier ·
Pengenalan GEM Guangdong ICP No. 11096806-1©2008-2021 GEM Co., Ltd. All rights reserved
Alamat:Sopo Del Tower A Lantai 22 Unit A, Jalan Mega Kuningan Barat 3 Lot 10.1-6 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950
Telepon:+62-2150806594
Scan Kode QR
InforSettings2 · Berabunglah dengan Kami · Karier · Pengenalan GEM Guangdong ICP No. 11096806-1©2008-2021 GEM Co., Ltd. All rights reserved