Shenzhen, 11 Mei 2026 – GEM menggelar Paparan Kinerja Tahunan 2025 pada 8 Mei 2026 dengan mengusung tema “Seizing Opportunities, Unleashing Imagination for Thriving Growth”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan menghubungkan kantor pusat GEM di Shenzhen, Tiongkok, dan kawasan industri QMB di Sulawesi, Indonesia, serta disiarkan secara langsung kepada audiens domestik dan internasional.
Dari lokasi Sulawesi, Chairman GEM Profesor Xu Kaihua menyampaikan paparan manajemen dan pengembangan bertajuk “Seizing Opportunities and Unleashing the Imagination of Robust Growth” di hadapan hampir 100 perwakilan institusi keuangan dan media, serta lebih dari 300 ribu penonton daring.
Paparan tersebut menyoroti daya saing GEM dalam merespons berbagai tren industri global, mulai dari meningkatnya persaingan atas logam kritis, pertumbuhan industri energi baru, penerapan kewajiban kepatuhan daur ulang baterai kendaraan listrik, hingga arah pembangunan hijau Tiongkok dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15.
Profesor Xu memaparkan transformasi GEM dalam lima tahun terakhir dari perusahaan daur ulang menjadi perusahaan global terintegrasi dengan rantai bisnis “sumber daya nikel–daur ulang–material”. Ia juga menegaskan optimisme perusahaan terhadap potensi pertumbuhan pada sektor material nikel tinggi, material baterai solid-state, serta ekspansi internasional di tengah dinamika pasar global.
▲Paparan Kinerja Tahunan 2025 GEM disiarkan secara global dengan menghubungkan lokasi Shenzhen dan Sulawesi
▲Suasana Paparan Kinerja Tahunan 2025 GEM di lokasi Sulawesi, Indonesia
▲Suasana Paparan Kinerja Tahunan 2025 GEM di lokasi Shenzhen, Tiongkok
Dunia yang Berubah Cepat, Peluang Baru Bermunculan
Dalam paparannya, Xu Kaihua menyebut kondisi dunia yang penuh tantangan justru menghadirkan peluang strategis baru bagi industri.
Ia mengidentifikasi empat tantangan utama yang dihadapi industri global saat ini, yakni meningkatnya persaingan atas logam kritis di tengah penguatan regulasi, percepatan konsolidasi industri akibat kewajiban daur ulang baterai lithium, tekanan jangka pendek harga nikel meski prospek jangka panjang tetap kuat, serta meningkatnya peran material ternary yang disebutnya sebagai “jet tempur” teknologi baterai masa depan.
Meski demikian, GEM melihat sejumlah peluang besar. Berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun, perusahaan dinilai memiliki keunggulan kompetitif dari sisi teknologi inti hingga operasi industri global. GEM juga disebut berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan peningkatan kebutuhan daur ulang baterai dan potensi kenaikan harga logam kritis dalam jangka menengah dan panjang.
Melalui model aliansi “teknologi + sumber daya”, GEM membangun rantai industri tertutup dari sumber daya, material hingga daur ulang. Model ini dinilai memperkuat posisi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan material ternary untuk industri masa depan seperti kendaraan udara rendah, robot humanoid, perangkat AI, hingga komersialisasi baterai lithium solid-state.
▲Chairman GEM Profesor Xu Kaihua menyampaikan laporan manajemen dan pengembangan bertajuk “Seizing Opportunities, Unleashing Imagination for Thriving Growth”
Perkuat Ekonomi Sirkular dan Pembangunan Hijau
Sebagai perusahaan global di bidang urban mining dan daur ulang baterai lithium, GEM kembali menegaskan misi perusahaan: “Limited Resources, Unlimited Recycling”.
Xu Kaihua meninjau perjalanan GEM dalam membangun tiga sistem bisnis tertutup utama, yakni daur ulang logam kritis, daur ulang baterai lithium kendaraan listrik, serta manufaktur material baterai energi baru. Menurutnya, rantai nilai hijau yang dibangun GEM turut berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan pembangunan berkelanjutan.
Tujuh Capaian Utama GEM Periode 2021–2025
Xu merangkum perkembangan GEM selama 2021–2025 melalui tujuh capaian utama:
1. Pertumbuhan Stabil di Tengah Siklus Industri
Di tengah volatilitas industri, GEM tetap mencatat pertumbuhan stabil yang didukung bisnis ekstraksi logam kritis dan daur ulang baterai.
2. Kepemimpinan Inovasi Global
GEM mencatat berbagai terobosan teknologi pada daur ulang logam kritis, sistem daur ulang baterai, prekursor nikel ultra-tinggi, hingga material katoda berenergi tinggi.
3. GEM mencatat berbagai terobosan teknologi pada daur ulang logam kritis, sistem daur ulang baterai, prekursor nikel ultra-tinggi, hingga material katoda berenergi tinggi.
Perusahaan memperkuat jaringan manufaktur global, khususnya di Indonesia, dengan pembangunan kawasan industri pengolahan nikel hijau yang kapasitas produksinya masuk tiga besar dunia.
GEM juga membangun rantai industri terintegrasi mulai dari bijih nikel laterit, MHP, nikel sulfat, nikel elektrodeposisi, hingga prekursor ternary guna memperkuat keamanan rantai pasok dan mengurangi risiko geopolitik.
4. Fokus pada Bisnis Inti
GEM merampingkan bisnis non-inti agar lebih fokus pada ekonomi sirkular dan sektor energi baru.
5. Membangun Aliansi Ekosistem Global
Melalui kemitraan dengan Danantara Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk., MBM Indonesia, dan ECOPRO Korea Selatan, GEM memperkuat aliansi “sumber daya–produk–pasar” untuk membangun rantai industri nikel hijau berkelas dunia.
6. Model Ekspansi Global “Industri + Teknologi + Budaya”
Di Indonesia, GEM memperluas investasi melalui integrasi industri, teknologi, dan budaya. QMB disebut menjadi salah satu pendorong transformasi industri nikel Indonesia menuju energi baru.
Di bidang pendidikan, GEM membangun program magister teknik Indonesia–Tiongkok, sekolah metalurgi hijau, hingga akademi insinyur unggulan Indonesia–Tiongkok. Hingga kini, perusahaan telah meluluskan 266 insinyur magister dan doktor asal Indonesia.
7. Penguatan ESG dan Kawasan Industri Rendah Karbon
GEM menargetkan pembangunan kawasan industri hijau rendah karbon kelas dunia dengan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1.000 MW dan target bauran energi hijau sebesar 65 persen pada 2028.
Pada 2025, GEM telah memasang PLTS berkapasitas 221,5 MW dan meningkatkan rasio energi hijau menjadi 25,7 persen. Perusahaan juga mengembangkan 100 hektare lahan basah dan mengurangi emisi karbon sebesar 1,429 juta ton atau naik 30 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di Indonesia, GEM turut mengembangkan model pemberdayaan “perusahaan–desa–BUMDes–masyarakat”. Program ini menciptakan lebih dari 500 lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan lebih dari Rp20 miliar pada 2025.
Fokus Strategi Periode Rencana Lima Tahun ke-15
Xu menegaskan misi jangka panjang GEM adalah mendukung kebutuhan strategis nasional dan membangun perusahaan industri hijau kelas dunia.
Menghadapi tantangan perdagangan global, GEM menyatakan akan tetap menjadi perusahaan yang berperan dalam pembangunan hijau dan ekonomi sirkular global.
Secara operasional, GEM akan menjalankan strategi tiga pilar: memperkuat fondasi bisnis, mendorong inovasi besar-besaran, dan membuka jalur pertumbuhan baru.
Perusahaan juga akan memperkuat investasi teknologi pada bidang material berkinerja ultra-tinggi, teknologi langka, hingga teknologi high-entropy guna membangun daya saing global.
Kinerja Kuartal I 2026 Tetap Tumbuh
Pada kuartal pertama 2026, GEM mencatat pendapatan operasional sebesar RMB 9,982 miliar atau tumbuh 5,12 persen secara tahunan. Sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham induk mencapai RMB 522 juta, naik 2,18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Xu menyebut perusahaan kini mengusung filosofi operasional baru yakni “kepatuhan dan stabilitas, kualitas dan efisiensi, serta membangun daya saing global”.
GEM juga akan memperkuat tiga bisnis inti perusahaan—ekstraksi dan daur ulang logam kritis, daur ulang baterai kendaraan listrik, serta manufaktur material baterai energi baru—melalui sepuluh program peningkatan utama, termasuk tata kelola kepatuhan, stabilitas keuangan, penguatan rantai pasok, inovasi, manajemen ramping, pengembangan SDM, hingga penguatan ESG.
Pada 2026, perusahaan akan memprioritaskan tiga langkah utama yakni pengurangan utang, pengendalian persediaan, dan pengendalian investasi.
Inovasi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Presiden Central Research Institute GEM sekaligus Senior Deputy General Manager, Dr. Zhang Kun, turut menyampaikan paparan inovasi dan riset bertajuk “Super Innovation: Unleashing the Potential for Business Upgrading”.
Ia memaparkan capaian inovasi GEM selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 dan strategi inovasi perusahaan untuk periode berikutnya.
Menurut Zhang Kun, GEM berhasil membangun platform inovasi global “6+2” dan mencetak berbagai terobosan teknologi dunia pada bidang HPAL bijih nikel laterit, pemulihan logam kritis, daur ulang baterai penuh, prekursor nikel ultra-tinggi, material katoda energi ultra-tinggi, hingga material baterai sodium-ion.
Ke depan, GEM akan fokus mengembangkan teknologi material baterai solid-state, material energi ultra-tinggi, material katalis hidrogen, paduan high-entropy, logam ultra-murni, hingga material keramik canggih.
Perusahaan juga berencana membangun platform inovasi cerdas berbasis integrasi “AI + R&D + manufaktur”.
▲Senior Deputy General Manager GEM sekaligus Presiden Central Research Institute, Dr. Zhang Kun, menyampaikan laporan inovasi dan riset bertajuk “Super Innovation: Unleashing the Potential for Business Upgrading”
Dialog dengan Investor dan Media
Dalam sesi interaktif, manajemen GEM menjawab berbagai pertanyaan investor terkait kebijakan sumber daya nikel Indonesia, dampak regulasi baru daur ulang baterai dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, perkembangan rencana pencatatan saham di Hong Kong, hingga perkembangan teknologi baterai solid-state.
Diskusi dilakukan secara langsung dengan investor global dan media, termasuk pertanyaan yang masuk melalui platform siaran daring Panorama Network.
▲Jajaran manajemen senior GEM berdiskusi dan berinteraksi dengan investor serta media global
Target Jangka Panjang: Perusahaan Industri Hijau Kelas Dunia
Menutup kegiatan, Xu menegaskan optimisme GEM dalam menghadapi siklus industri dan menciptakan nilai jangka panjang bagi investor.
Ia menyampaikan apresiasi kepada investor global, lembaga keuangan, media, dan mitra industri atas dukungan berkelanjutan terhadap perkembangan GEM.
“Ke depan, bisnis, teknologi, dan jalur pertumbuhan GEM akan tetap kuat—begitu pula komitmen kami untuk memberikan nilai bagi para pemegang saham,” ujar Xu Kaihua.
Memasuki 2026 sebagai tahun awal periode Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok, GEM menargetkan terus memperkuat posisinya di sektor ekonomi sirkular dan material energi baru global, sekaligus mengejar target nilai produksi dan kapitalisasi pasar masing-masing sebesar RMB 100 miliar sebagai bagian dari visi menjadi perusahaan industri hijau kelas dunia.
Paparan Kinerja Tahunan ini disiarkan secara langsung melalui platform roadshow Panorama Network. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur dan Wakil General Manager Eksekutif GEM Zhou Bo; Direktur, Wakil General Manager Senior sekaligus Sekretaris Dewan GEM Pan Hua; Direktur Independen GEM Profesor Tang Sheng; Wakil General Manager Senior sekaligus Chief Financial Officer Mu Menggang; Wakil General Manager Senior sekaligus Presiden Central Research Institute GEM Dr. Zhang Kun; Wakil General Manager Senior sekaligus Kepala Pasar Luar Negeri Jiang Miao; Wakil General Manager Senior sekaligus Kepala Pendanaan Lou Huiyou; Wakil General Manager Senior sekaligus General Manager QMB Peng Yaguang; Wakil General Manager sekaligus Kepala Material Katoda Terner Chen Yujun; Wakil General Manager sekaligus Kepala Strategic Sourcing Song Wei; serta Wakil General Manager sekaligus Kepala Pasar Domestik Dong Yuebin, bersama jajaran manajemen senior GEM lainnya.
MainBusiness · CentralScroll · InforSettings2 ·
Pengenalan GEM Guangdong ICP No. 11096806-1©2008-2021 GEM Co., Ltd. All rights reserved
Alamat:Sopo Del Tower A Lantai 22 Unit A, Jalan Mega Kuningan Barat 3 Lot 10.1-6 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950
Telepon:+62-2150806594
Scan Kode QR
MainBusiness · CentralScroll · InforSettings2 · Pengenalan GEM Guangdong ICP No. 11096806-1©2008-2021 GEM Co., Ltd. All rights reserved